Giliran Atletik Sumbang Emas untuk Aceh

PELARI Aceh, Fuad Ramadhan (dua kanan) tampil sebagai juara pertama Lari 400 Meter Putra PON XIX di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/9). Ia masuk finish dengan catatan waktu 47,58 detik. Fuad memperlihatkan medali emas (insert).

PELARI Aceh, Fuad Ramadhan (dua kanan) tampil sebagai juara pertama Lari 400 Meter Putra PON XIX di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/9).

BANDUNG – Pelari Aceh, Fuad Ramadhan berhasil meraih medaliemas pada Lari 400 meter Putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat. Dia menambah emas untuk Tanah Remcomg setelah menyentuh finis terdepan di trek atletik Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Fuad tampil cukup percaya diri saat bersaing dengan pelari dari provinsi lain, termasuk juara bertahan di PON XVIII 2012 Riau dari Jawa Timur, Heru Aprianto yang menjadi lawan terberat. Tapi, ternyata Fuad tak gentar. Kecepatannya di depan tak mampu dikejar oleh lawan sehingga ia menyentuh garis finis dengan catatan waktu 47,058 detik.

Sementara Heru Aprianto dari Jawa Timur dengan cacatan waktu 47,076 detik harus puas mendapat perak. Sedangkan perunggu menjadi milik M Lukman dari Sulawesi Selatan yang menuntaskan lomba dengan catatan waktu 47,083 detik. Di urutan selanjutnya masing-masing pelari dari Jawa Tengah (48,035 detik), Nusa Tenggara Barat (48, 058 detik), Nusa Tenggara Barat (48,067 detik), Bangka Belitung (49,000 detik), dan Papua (50,059 detik).

Fuad Ramadhan mengaku sangat senang bisa meraih medaliemas. Sebab, menurutnya, ini adalah medali emas pertama di cabang atletik dan yang ketiga untuk Kontingen Aceh. Untuk selanjutnya, ia siap tampil dalam even seperti SEA Games bila dipanggil nanti. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Semoga hasil ini dapat memacu semangat semua atlet Aceh. Target saya berikutnya adalah SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 di Jakarta nanti,” katanya.

Medali emas ini makin menambah motivasinya untuk berlatih lebih keras lagi. Untuk bonus Rp 250 juta yang dijanjikan KONI Aceh nanti akan digunakan untuk memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci. “Sesuai janji saya dari dulu, bila berhasil meraih emas di PON, bonus akan saya berangkatkan orang tua ke Tanah Suci. Orang tua saya menangis saat saya beritahu saya berhasil meraih emas,” ujar mantan atlet Pelatnas yang pernah tampil pada Asean School Games 2014 di Filipina.

Pelatih Atletik Aceh, Sertu Firman Fakruddin kepada Serambi tadi malam mengaku bangga dengan keberhasilan Fuad meraih emas. Memang target medali tercapai, tapi dari limit waktu dirinya merasa gagal. Karena, target limit waktu yang diinginkan 46 detik. Namun Fuad masuk finis dengan waktu 47 detik.

Alasannya, lanjut Firman, kalau limit 47 detik sudah biasa dan menjadi catatan pelari dari provinsi lain. Dikatakan, Fuad digembleng dengan limit 46 detik supaya meraih emas. “Tapi untung juga lawan berada di bawahnya dan berhasil meraih emas. Ini sangat membanggakan,” ujar pelatih yang bertugas di Kodim 0101/BS ini.

Dengan hasil ini, Kontingen Aceh sudah meraih tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Cabang angkat besi menyumbang dua emas dan atletik satu emas. Kemudian, dua perak dari drumband dan satu lagi dari panahan. Drumband dan panahan masing-masing juga menyumbang satu perunggu.

Ketua Umum Pengprov PASI Aceh, Iskandar Usman menyampaikan terima kasih kepada Fuad Ramadhan yang berhasil menyumbang emas untuk Aceh.

Ketua Pelatda Aceh, Drs H Bachtiar Hasan mendapat kehormatan untuk mengalungkan medali kepada peraih emas, perak, dan perunggu. Petang nanti, dua atlet Aceh akan tampil kembali pada cabang atletik. Di nomor lompat tinggi putra, Syahrial akan unjuk kemampuan. Sementara Rizka Mulia Nanda akan bersaing dengan atlet Bali, Maria Elizabeth Londa di nomor lompat jangkit putri. Apalagi, atlet Indonesia ke Olimpiade ke Rio de Janeiro, Brasil itu baru saja sukses meraih medali emas nomor lompat jauh putri.(adi)

Editor: bakri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *