Tahun 2020, Transaksi Pembayaran Online Diprediksi Tembus 130 Miliar Dollar AS

Layanan keuangan berbasis teknologi alias fintech semakin berkembang pesat di Indonesia dengan berbagai layanan dan inovasi yang ditawarkan kepada nasabah.

Tidak hanya itu, perkembangan e-commerce atau perdagangan berbasis elektronik juga semakin berkembang dan terus meningkat.

Sejalan dengan perkembangan fintech maupun e-commerce, diprediksi transaksi pembayaran dengan kanal online pun akan semakin meningkat. Pada tahun ini saja, transaksi pembayaran online ditaksir menembus 14,48 miliar dollar AS.

“Berdasarkan data Bank Indonesia, tahun 2016 nilai transaksi pembayaran online mencapai 14,8 miliar dollar AS. Diprediksi pada tahun 2020 akan mencapai 130 miliar dollar AS,” ujar anggota Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) Dian Kurniadi pada acara pelatihan wartawan ekonomi di Kantor Perwakilan BI Semarang, Sabtu (24/9/2016).

Dian menuturkan, melonjaknya nilai transaksi pembayaran online tersebut akan didorong oleh e-commerce, marketplace, danfintech.

Di Indonesia, jumlah perusahaan fintech terus menunjukkan peningkatan, di mana saat ini terdapat 120 perusahaan fintechyang terdata oleh AFI.

Menurut Dian, dari angka tersebut 36 perusahaan fintech sudah terdaftar di dalam keanggotaan AFI. Selain itu, ada pula 80 komunitas fintech di Indonesia sesuai dengan data yang dikumpulkan oleh AFI.

Potensi bisnis fintech di Indonesia pun diakui Dian sangat menjanjikan. Pasalnya, 50 persen pengiriman uang di Indonesia masih dilakukan melalui bank dan 44 persen peminjaman uang dilakukan dengan teman atau keluarga.

Fintech, kata Dian, bisa menjembatani bisnis bank dengan nasabah. Dengan begitu, fintech bisa menjangkau masyarakat yang tidak tersentuh bank, tentu saja dengan bantuan teknologi.

Sumber : kompas

Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *