Aceh Besar Seleksi hafizh/hafidzah 30 juz termuda di tingkat Kabupaten

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Syariat Islam melakukan seleksi hafidz/hafidzah 30 juz termuda di Hotel Permata Hati, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (7/11/2019)

Kegiatan yang diikuti 21 hafidz/hafidzah tersebut, dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Besar Tgk. H. Husaini A Wahab. Turut hadir dalam kesempatan itu, staf ahli Bupati Aceh Besar Jakfar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Aceh Besar Abdullah, para camat, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wabup Aceh Besar Husaini A Wahab menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Syariat Islam yang sejak tahun 2018 lalu telah menggelar seleksi hafidz/hafidzah.

“Momentum ini diharapkan semakin meningkatkan motivasi dan syiar Islam dalam rangka mendorong semangat generasi muda muslim untuk menghafal dan mengamalkan firman Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Selain itu, Waled Husaini juga mengemukakan, selama ini para qari/qariah dan hafidz/hafidzah Aceh Besar telah mendulang berbagai prestasi terbaik. Misalnya, pada akhir bulan September yang lalu, berhasil keluar sebagai juara umum MTQ ke-34 tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie dan sejumlah prestasi gemilang lainnya.

Untuk itu, pelaksanaan seleksi hafizd/hafidzah ini sangat positif dan diharapkan semakin banyak melahirkan penghafal al-Qur’an yang berhati mulia dan berakhlak terpuji.

Kepada para hafidz/hafidzah, Wabup Aceh Besar secara khusus berpesan, agar selalu meningkatkan iman dan ilmu yang telah diperoleh, serta jangan pernah bersifat takabbur, riya, dan ujub. “Gapailah ridha Allah SWT dengan mampu menghafal kalam Ilahi,” pesan Wabup Aceh Besar.

Dalam kehidupan sehari-hari, Waled Husaini menginginkan supaya al-Qur’an bergema di mana-mana dan selalu diamalkan dalam nafas kehidupan umat Islam. Sebab, al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang abadi dan pembawa selamat bagi kehidupan kaum muslim.

Wabup Aceh Besar kembali menyerukan kepada seluruh masyarakat di kabupaten itu agar selalu menegakkan shalat lima waktu tepat pada waktunya.

Waled berharap, agar saat azan berkumandang, masyarakat segera menuju masjid atau meunasah untuk segera menunaikan ibadah shalat dan meninggalkan aktifitas keseharian untuk sementara waktu. Hal itu, katanya, supaya Aceh Besar dalam lindungan dan hidayah Allah SWT.

Sementara itu, Kadis Syariat Islam Aceh Besar, Carbaini S.Ag dalam rillis yang diterima tim liputan menjelaskan, pelaksanaan seleksi tersebut merupakan tahun kedua yang bertujuan sebagai upaya Pemkab Aceh Besar untuk memberikan motivasi kepada generasi muda muslim di Kabupaten Aceh Besar untuk lebih bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan al-Qur’an.

“Seleksi hafizh/hafidzah 30 juz termuda tingkat Kabupaten Aceh Besar ini, diikuti 21 peserta. Para peserta untuk tahun ini dibatasi 19 tahun,” jelas Carbaini seraya menambahkan, dewan hakim merupakan dewan hakim tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.

Selain itu, Carbaini S.Ag mengatakan, pelaksanaan seleksi hafidz/hafidzah 30 juz termuda ini dilakukan dengan proses yang ketat serta bermartabat untuk memastikan pemberian dan penganugerahan predikat hafidz/hafidzah 30 juz termuda secara tepat orang dan tepat sasaran.

“Insya Allah tahun ini diharapkan akan lahir hafidz/hafidzah yang lebih muda umurnya dan lebih kuat hafalannya,” demikian Carbaini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *