Praktikum Sosial PSdK Unida di Lhoong Aceh Besar

      No Comments on Praktikum Sosial PSdK Unida di Lhoong Aceh Besar

Rektor Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh yang diwakili oleh Dekan Fisipol pada 12 Desember 2020 lalu membuka Praktikum Sosial Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK)/Sosiatri di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Acara dilaksanakan di Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, dengan tema “Praktikum Sosial Mencari Solusi Pembangunan Gampong Menuju Masyarakat Sejahtera” yang dihadiri oleh keuchik dan seluruh aparat gampong, Sekretaris Prodi, Riantofani, S.Pd.I, Tim Praktikum Sosial PSdK, Dr. Fuady, M.Pd, Drs. Rusmadi dan Drs. Ridwan Idris, M.Si serta sejumlah masyarakat dan mahasiswa peserta praktikum sosial yang diketuai oleh Ketua Praktikum Sosial, Dahlan dengan Nomor Mahasiwa 2017 170 004.

Dekan Fisipol Unida, Dr. T Syarifuddin, M.Si. mewakili Rektor, Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si dalam sambutannya mengatakan, praktikum sosial merupakan sisi tersendiri bagi mahasiswa ilmu sosial khususnya Prodi PSdK, dimana laboratoriumnya berada di masyarakat.

Menurutnya, praktikum sosial ini mendidik mahasiswa agar mampu melakukan praktik baik penelitian sosial, terutama teknik pengumpulan data, data demografis dan geografis untuk penyusunan skripsi maupun masalah-masalah sosial dalam pembangunan.

“Langkah-langkah praktikum ini berawal dari teori di bangku kuliah kemudian mengenali, mengidentifikasi dan menemukenali realitas masalah di masyarakat, sehingga dapat membuat pemetaan sosial untuk dicarikan solusi yang akhirnya memudahkan sarjana mengimplementasikan di lapangan kerja,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Dekan Teuku Syarifuddin, praktikum sosial adalah sebagai mata kuliah yang ditentukan dalam kurikulum Prodi PSdK. Karenanya, hal tersebut wajib diikuti sampai lulus dan sebagai prasarat skripsi bagi mahasiswa, karena hasil dari lapangan dibuat proposal lalu diseminarkan memudahkan untuk penyusunan skripsi.

“Manfaat dari praktium ini mahasiswa akan menemukan solusi pembangunan dari temuan-temuan hasil penelitian guna diberikan kepada pemerintah berdasarkan data, fakta dan realitas masalah di lapangan,” ungkapnya.

Kemudian dengan teknik sosiometri dapat menentukan skala prioritas pembangunan secara tepat. Mengalami perubahan setiap saat perlu diamati, berbeda dengan yang diamati benda-benda di laboratorium tidak ada perubahan setiap saat.

Misalnya, sambung dia, kondisi masyarakat yang adem ayem di dalamnya banyak masalah, tapi kalau dibilang tidak ada masalah berarti kita tidak mempunyai kepekaan dan tidak memahami masalah sosial.

Sebagaimana diketahui Aceh stikma tsunami, maka Unida berkewajiban melalui kajian-kajian dan pendampingan mempelopori pemberdayaan masyarakat desa tsunami melalui hasil praktikum, insan kampus harus bisa mendeskripsikan dan menjawab mengapa SDA banyak tetapi kemiskinan tinggi.

Dalam kesempatan itu juga tidak hanya mendengar ceramah tetapi juga dilakukan diskusi tanya jawab dari mahasiswa dan hadirin, Keuchik bersama aparat Pemerintahan Gampong yang hadir menyambut baik pelaksanaan praktikum Sosial mahasiswa PSdK Fisipol Unida ini.

Kemarin, kegiatan Praktikum Sosial Prodi PSdK Unida itu pun resmi ditutup. Penutupan kegiatan dilakukan dengan pembagian sembako bagi warga kurang mampu yang berada di kawasan gampong setempat.

Untuk diketahui, Gampong Lamsujen adalah salah satu gampong bersejarah di Aceh Besar. Gampong ini diapit dua gunung yakni Gunung Geuluengku dan Gunung Blang Gala.

Gampong Lamsujen dahulu diberi nama Gampong Panton Raya. Tetapi setelah banjir besar melanda yang semuanya hanyut dibawa arus dan tersangkut di gampong saat ini sehingga masyarakat yang selamat membuat gampong baru yakni Gampong Lamsujen hingga sekarang.

Pada zaman penjajahan Belanda, di Gampong Lamsujen ini banyak terdengar suara binatang saat malam hari yang beraneka ragam.

Para penjajah Belanda kerap bertanya kepada masyarakat tentang suara-suara itu dan masyarakat yang lelah menjawab pertanyaan pun mencari ide dengan memberitahukan kepada bangsa Belanda bahwa itu suara jin, sehingga mereka yang takut tak lagi bertanya.

Gampong Lamsujen juga dijuluki sebagai Gampong Durian karena terdapat begitu banyak durian unik dengan rasa yang berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *