Puluhan Polisi dan Satpol PP Amankan Aksi Unjuk Rasa APBA

Puluhan Polisi Polresta Banda Aceh dan Satpol PP dan WH Banda Aceh amankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Bergerak Aceh (APBA) di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/2/2021),

Aksi APBA meminta Gubernur Aceh bersikap netral dalam pelaksanaan seleksi Pimpinan Pratama (Eselon II), agar tidak ada istilah titipan khusus di belakang layar.

Kapolrest Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kabag Ops Kompol Juli Effendi, SE, M.Si mengatakan, aksi yang dilakukan oleh massa APBA mendapat pengamanan dari Polisi dan Satpol PP WH.

Sementara itu, massa dalam tuntutannya meminta kepada Sekda Aceh selaku Ketua panitia seleksi agar terbuka dalam proses seleksi pimpinan Pratama kepada masyarakat Aceh, siapa saja yang mengikuti tahapan seleksi. Sehingga nantinya, siapa saja yang mengisi kursi eselon II dapat bekerja sebaik mungkin demi kemajuan Aceh pastinya.

Sikap netral Gubernur Aceh dalam seleksi ini sangatlah diperlukan, jika dalam seleksi eselon II ini masih ada istilah titipan khusus seperti yang telah dilakukan Mr R di beberapa dinas terkait, maka dapat dipastikan nama baik Bapak Gubernur akan rusak.

“Karena kemajuan dan kemunduran Aceh ada ditangan Bapak Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT,” tutur Penganggung jawab aksi unjuk rasa, Hardiansyah.
Selain itu, APBA juga menyinggung tentang adanya penempatan jabatan kepala dinas yang merupakan titipan oleh orang-orang tertentu.

Adapun Kepala dinas yang dititip oleh Mr R adalah :

1. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, inisial Mr A.
2. Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh, inisial Mr M.
3. Kepala Dinas Pengairan Aceh, inisial Mr A.
“Jika masih ada istilah titipan khusus atau KKN dalam seleksi eselon II nantinya, maka nama Gubernur sendiri yang akan rusak,” ujar Hardiansyah.

Aliansi Pemuda Bergerak Aceh sangat antusias dan peduli pada setiap kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Gubernur Aceh. Namun, dalam hal seleksi terbuka pengisian jabatan “Pimpinan Tinggi Pratama”.
Oleh karena itu, APBA meminta Gubernur Aceh untuk membiarkan peserta mengikuti setiap tahapan seleksi, agar dalam seleksi nantinya dapat berpacu dengan sportif. Karena siapapun yang terpilih sebagai kepala dinas. Maka itu mutlak karena kemampuannya untuk memimpin dinas tanpa ada tekanan dari pihak manapun, sehingga mampu berkerja dengan baik untuk kemajuan Aceh pastinya.

Selain itu, APBA juga mengingatkan Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, agar tidak terlalu mempercayai orang disekitarnya. Jangan sampai nasib yang menimpa Bapak Irwandi Yusuf juga turut menimpa Pak Nova pula.

“APBA mengecam keras apabila ada pihak yang memperjual belikan jabatan kepala dinas, karena hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai ke Islaman dan ke Acehan. Selain itu, kami juga mengecam penuh jika ada penyimpangan atau titipan kepala dinas dalam tahapan seleksi terbuka pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama,” tegas Hardiansyah.
Pihaknya tidak main-main dalam hal ini, jika ada ditemukan permainan dan kecurangan dalam seleksi pejabat Pratama ini, maka kami akan laporkan kasus ini ke KPK, KASN, Kejagung dan Kapolri.

“Jika permasalahan ini berhenti, maka kami akan mendoakan bapak- bapak terkena Azab atas perbuatan yang bapak lakukan,” demikian tutup Hardiansyah mengakhiri statemennya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *