Wakapolresta Banda Aceh Hadiri Rapat Forkopimda

AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK menghadiri rapat bersama Unsur Forkopimda Banda Aceh. Dalam rapat bersama ini membahas tentang Evaluasi Penanganan Covid 19 di Banda Aceh.

Hadir dalam rapat tersebut, Ketua DPRK Banda Aceh Walikota Banda Aceh, Wakil Walikota Banda Aceh, Dandim 0101/BS, Wakapolresta Banda Aceh, Kajari Banda Aceh Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Unsur Forkopimda dan Kadis instansi terkait.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan sampai saat ini kita masih belum tahu kondisi di lapangan karena masih belum jelas dengan lemahnya protokol kesehatan.

“Kebanyakan yang meninggal pada beberapa hari kebelakang yaitu orang lanjut usia. Ini merupakan tugas kita bersama untuk waspada dan menjaga kesehatan” sebutnya.

Aminullah melanjutkan, saya melihat kita sendiri sudah kurang perhatian ke acara-acara keramaian seperti pesta dan lainnya, karena banyak didapati masyarakat tidak menggunakan masker sehingga perlu kiranya kita tingkatkan pengawasan.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, ST mengatakan perlu diwaspadai bahwa ada varian baru dari covid 19, negara eropa juga mulai waspada, dan kita tidak boleh menanggap remeh, pemerintah melalui Kementrian Keuangan sudah menyesuaikan anggaran 2021 terhadap kegiatan penanganan covid, khusus vaksinasi.

Kemudian, Kajari Banda Aceh mengatakan protokol kesehatan harus dilakukan secara terus menerus, pemberian vaksin merupakan strategi utama untuk pencegahan corona sehingga kita harus melakukan deteksi dini terhadap ancaman, hambatan dan gangguan terhadap pendistribusian vaksin ini.

Kemudian, Wakapolresta Banda Aceh AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK mengatakan intinya kalau kita lihat covid 19 ini sudah berjalan 1 tahun, dan disini mungkin masyarakat sudah mengalami titik jenuh, sehingga mereka menganggap covid sudah sirna.

“Tugas kita semua memberikan informasi kepada warga bahwa covid itu benar – benar ada, dan Alhamdulillah untuk Kota Banda Aceh tidak separah daerah lain, namun jika tidak antisipasi, maka kita akan terjadi seperti kota kota besar lainnya, jadi mari kita berikan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap covid ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *